Skip to main content

Harap

Satu keluarga kecil; ayah, ibu, dan seorang putra
Kesederhanaan membuat mereka tampak cantik
Si ayah mengantarkan keduanya yang hendak bepergian menggunakan bus kota
Wanita yang telah menjadi ibu itu berpamitan dengan singkat
Cukup ia berjabat tangan, lalu ia cium tangan suaminya
Tampak manis, tidak berlebihan seperti di drama-drama
Sang suami lalu mencium pipi gembil putranya
Ibu dan anak tampak memasuki bus dengan biasa saja, entah bagaimana dengan hatinya
Sang suami memperhatikan langkah keduanya dengan seksama, hingga mereka benar-benar memasuki bus yang cukup tua itu
Lalu ia tunggui keduanya hingga kendaraan itu melaju ke tujuannya
Aku menyaksikan mereka dengan berbahagia
Dan suatu harap terbesit dalam hati
Harap yang tak berani aku suarakan
Semoga Tuhan berbaik hati
Suatu hari, semoga


Di dalam bus kota Antarjaya
Perjalanan menuju Kebumen, dari Purwokerto
Terminal Bulupitu
1 Desember 2018

Comments

Popular posts from this blog

Lelah Mencari Arah

Agaknya kaki lelah melangkah Pacet dan nyamuk kenyang menghi sap darah Kompa s di kanan Peta, protaktor, dan pena di kiri Bidik ini, bidik itu Re section di sini, re section di situ Orienta si medan ini, orienta si medan itu Salah melangkah, maka menya sar lah   Walau begitu, tetaplah berlelah-lelah dan jangan lelah mencari arah

Akhirnya Tentang Luka

Malam itu aku mendengarnya, Kudengar 'Yang wajib dari kita adalah cinta, yang wajib dari cinta adalah mesra, yang wajib dari mesra adalah rasa' Tapi pada akhirnya 'yang wajib dari rasa adalah luka' Semua adalah tentang luka Ya, tentang luka Ya, tentang luka Ya, adalah luka

Ibuku

Pada Ibu yang teramat kusayangi Ibunda, jangan engkau menjadi kecewa Puterimu yang telah kau ajari untuk dewasa Ia tak kunjung menjadi seperti yang engkau harap Ibunda, jangan engkau menjadi bersedih Puterimu yang telah kau didik menjadi jujur Bahkan tak berani jujur pada diri sendiri Ibunda, jangan engkau marah Puterimu yang telah kau curahi banyak cinta Ia membangkang ketika engkau beri nasihat Ibunda, jangan engkau terluka Puterimu yang engkau didik menjadi berani Ia takut untuk menyuarakan hatinya Ibu, boleh aku rindu? Ibu, puterimu ketakutan Ibu, puterimu menyesal Ibu, terima kasih banyak Ibu, maafkan puterimu Ibundaku, puterimu cinta engkau