Skip to main content

Buatmu, Aku


Buatmu, Aku
Berribu ‘mengapa’ ingin kutanyakan kepadamu, Aku
Dan berribu ‘tak tahu’ ingin kujawab kepada Aku
Seolah engkau benar-benar tidak tahu
Seolah engkau tidak peduli
Yang sejatinya engkau hanya takut
Kenyataan yang mungkin membuatmu jatuh

Hai, Aku                    
Kau tahu semua orang berharap padamu
Kau takut mereka kecewa
Lalu engkau memilih bungkam
Walau mungkin pada akhirnya mereka akan lebih kecewa
Setidaknya tidak sekarang
Bukankah engkau begitu bodoh, Aku?

Bagaimana, Aku?
Harapanmu hanya pada Tuhan
Semoga Tuhan berbaik hati padamu, Aku
Semoga Tuhan melindungimu, Aku
Semoga engkau berbahagia, Aku

Comments

Popular posts from this blog

Lelah Mencari Arah

Agaknya kaki lelah melangkah Pacet dan nyamuk kenyang menghi sap darah Kompa s di kanan Peta, protaktor, dan pena di kiri Bidik ini, bidik itu Re section di sini, re section di situ Orienta si medan ini, orienta si medan itu Salah melangkah, maka menya sar lah   Walau begitu, tetaplah berlelah-lelah dan jangan lelah mencari arah

Akhirnya Tentang Luka

Malam itu aku mendengarnya, Kudengar 'Yang wajib dari kita adalah cinta, yang wajib dari cinta adalah mesra, yang wajib dari mesra adalah rasa' Tapi pada akhirnya 'yang wajib dari rasa adalah luka' Semua adalah tentang luka Ya, tentang luka Ya, tentang luka Ya, adalah luka

Ibuku

Pada Ibu yang teramat kusayangi Ibunda, jangan engkau menjadi kecewa Puterimu yang telah kau ajari untuk dewasa Ia tak kunjung menjadi seperti yang engkau harap Ibunda, jangan engkau menjadi bersedih Puterimu yang telah kau didik menjadi jujur Bahkan tak berani jujur pada diri sendiri Ibunda, jangan engkau marah Puterimu yang telah kau curahi banyak cinta Ia membangkang ketika engkau beri nasihat Ibunda, jangan engkau terluka Puterimu yang engkau didik menjadi berani Ia takut untuk menyuarakan hatinya Ibu, boleh aku rindu? Ibu, puterimu ketakutan Ibu, puterimu menyesal Ibu, terima kasih banyak Ibu, maafkan puterimu Ibundaku, puterimu cinta engkau